2. Tiket masuknya lumayan mahal buat saya karena tidak sesuai dengan fasilitas yang ada. Tiket 30 ribu per-orang ;
3. Aroma udara yang bau amis dan bau bangkai sehingga membuat tidak nafsu makan;
4. Kondisi Buaya besar-besar, ada yang 2 meter lebih, guedeeeeeeeee bangeeeedddd.....Tapi ada yang cacat tidak ada ekormya;
5. Disana tidak ada pengembangbiakan seperti yang saya bayangkan seperti telur-telur buaya, anak-anakan buaya, jadi disana buayanya yang besar-besar saja, pengembangbiakannya adanya di Tanggerang;
6. Disana pengelola swasta, sang pemilik sudah almarhum, sedangkan ahli warisnya tinggal di Jakarta, dan hanya berkunjung 1 tahun sekali pas lebaran, sama sekali tidak ada campur tangan Pemerintah Kabupaten Bekasi, biaya perawatan buaya diperoleh dari uang tiket masuk, disana juga memliki karyawan yang terbatas , seperti pembersihan hanya satu orang untuk mengurus kolam Buaya dan areal disekitar taman, pawang ada dua.
7. Banyak mainan anak yang tersedia seperti ayunan, perosotan dengan cat-cat yang sudah mulai pudar dan tidak memungkinan anak-anak main di sana karena dekat areal mainan anak aroamnya sangat bau, sangat bagus para pengunjung membawa masker;
8. disana tersedia toilet dan mushola tetapi tidak terurus;
9. Jumlah pengujung yang datang di hari biasa bisa dihitung dengan jari.
Taman Buaya ini jika bisa dikelola dengan baik, dan dengan meningkatkan strategi promosi pastinya akan mempengaruhi meningkatnya jumlah pengunjung yang datang.